Menyuap pejabat rupanya kerap dikeluhkan pebisnis di Indonesia. Dalam
survei yang digelar Transparency International, indeks suap Indonesia
lebih tinggi dari Malaysia dan India.
Dalam Indeks Suap 2011 yang berdasarkan survei atas 3.000 pebisnis
dari negara maju dan berkembang, Indonesia bertengger di urutan 25 dari
28 negara yang disurvei. Di bawah Indonesia terdapat Meksiko, China, dan
Rusia.
Indeks suap ini juga melihat sektor mana yang paling banyak memerlukan suap atau tindakan untuk mempengaruhi pemerintah.
Berikut rankingnya:
1 Belanda 8,8
1 Swiss 8,8
3 Belgia 8,7
4 Jerman 8,6
4 Jepang 8,6
6 Australia 8,5
6 Kanada 8,5
8 Singapura 8,3
8 Inggris 8,3
10 Amerika Serikat 8,1
11 Prancis 8,0
11 Spanyol 8,0
13 Korea Selatan 7,9
14 Brazil 7,7
15 Hong Kong 7,6
15 Italia 7,6
15 Malaysia 7,6
15 Afrika Selatan 7,6
19 Taiwan 7,5
19 India 7,5
19 Turki 7,5
22 Arab Saudi 7,4
23 Argentina 7,3
23 Uni Emirat Arab 7,3
25 Indonesia 7,1
26 Meksiko 7,0
27 China 6.5
28 Rusia 6.1
Rata-rata 7,8
Berikut Indeks Sektor yang terkait dengan suap:
1 Pertanian 7,1
1 Manufaktur ringan 7,1
3 Penerbangan Sipil 7,0
3 Teknologi Informasi 7,0
5 Perbankan dan Keuangan 6,9
5. Kehutanan 6,9
7. Jasa Konsumen 6,8
8. Telekomunikasi 6,7
8. Perhubungan dan Penyimpanan 6,7
10. Senjata, Pertahanan & Militer 6,6
10. Perikanan 6,6
12. Manufaktur berat 6,5
13. Farmasi dan kesehatan 6,4
13. Pembangkit dan Transmisi Daya 6,4
15. Pertambangan 6,3
16. Minyak dan Gas 6,2
17. Jasa Properti, Bisnis dan Hukum 6,1
17. Utilitas 6,1
19. Konstruksi dan Kontrak Karya Publik 5,3
Rata-rata: 6,6
Catatan: Angka nol adalah untuk selalu memberikan suap, sementara 10 tidak pernah. (Sumber: Reuters/Transparency International)
(Sumber : VIVAnews.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar