Minggu, 30 Oktober 2011

Irjen: Semakin Besar Temuan, Semakin Gagal Tugas Itjen

“Besarnya temuan merupakan bukan sebuah indikator keberhasilan, namun adalah sebuah indikator kegagalan Itjen Kemenag. Keberhasilan Itjen Kemenag adalah para auditor pergi ke daerah dan kembali dengan membawa laporan prestasi satker yang dikunjungi. Artinya, bukan berarti para auditor tidak bisa menemukan indikasi penyimpangan atau penyelewengan anggaran yang dilaksanakan oleh satker yang diaudit, bukan karena kemampuan para auditor yang kurang kompeten di bidangnya, bukan itu. 

Akan tetapi, memang pada satker yang diaudit tersebut tidak ada temuan yang harus dilaporkan karena satker tersebut telah mengelola program kerja dan anggaran telah sesuai dengan tusinya. Jadi, sudah tidak ada kesalahan yang dilakukan untuk dilaporkan, yang ada adalah kebanggaan akan prestasi yang telah dicapai oleh satker/sator tersebut”  tutur H. Mundzier Suparta ketika membuka acara sosialisasi Pengawasan dengan Pendekatan Agama (PPA) di Provinsi Aceh, pada hari Kamis, 22 September 2011, yang dihadiri oleh Kepala Kanwil Prov. Aceh, Drs. H. A. Rahman TB, Direktur Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh dan para pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Prov Aceh.


Beliau juga menambahkan bahwasannya PPA adalah sebuah program pengawasan preventif yang berupaya untuk mencegah perbuatan menyimpang. Output-nya adalah para pegawai di lingkungan Kemenag merasa bahwa Allah Swt selalu mengawasi, merasakan Allah selalu ada pada hati dan perbuatan.

“Pada umumnya kita cenderung takut dengan Penyadapan KPK, tapi tidak takut dengan Pengawasan Allah Swt. Kondisi inilah yang harus dihilangkan  melalui internalisasi nilai-nilai agama pada kehidupan sehari-hari, melalui Pengawasan dengan Pendekatan Agama diharapkan para aparatur di lingkungan Kemenag dapat selalu merasakan diawasi oleh Tuhan, menghilangkan niat berbuat menyimpang, dan dapat berkinerja secara maksimal” tandasnya. [Hafiz Lidinillah : Itjen Kemenag]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar